Malang tidak hanya dikenal dengan apel dan udaranya yang sejuk, tetapi juga menyimpan banyak cerita sejarah yang menarik. Bagi para pecinta sejarah dan budaya, menyelami jejak Kerajaan Singasari di tanah Malang adalah sebuah pengalaman yang tak boleh dilewatkan. Kerajaan Singasari yang berdiri megah pada abad ke-13 ini meninggalkan banyak peninggalan yang masih bisa kita saksikan. Mari menyelami jejak Kerajaan ini lebih dalam dan mengungkap warisan budaya yang tak ternilai harganya. Perjalanan untuk menyelami jejak Kerajaan Singasari akan membawa Anda pada pemahaman baru tentang masa lalu Nusantara.
Salah satu peninggalan utama dari Kerajaan Singasari adalah Candi Singasari itu sendiri, yang terletak di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Candi ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, raja terakhir dan terbesar dari Singasari. Meskipun tidak seutuhnya lengkap, struktur candi yang masih berdiri kokoh menunjukkan keahlian arsitektur pada masa itu. Candi Singasari merupakan candi Hindu-Buddha, mencerminkan akulturasi agama yang berkembang pesat di Nusantara. Di sekitar candi, Anda juga dapat menemukan arca-arca kuno yang dulunya menjadi bagian dari kompleks candi, meskipun beberapa sudah dipindahkan ke museum. Pada bulan Maret 2025, tim arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur melakukan survei rutin di situs Candi Singasari untuk memastikan kondisi dan keasliannya tetap terjaga.
Tidak jauh dari Candi Singasari, terdapat kompleks pemakaman kuno yang dikenal sebagai Kompleks Makam Kebo Ijo. Kebo Ijo adalah salah satu tokoh penting dalam kisah pendirian Kerajaan Singasari yang terkait erat dengan Ken Arok. Meskipun keaslian makam ini masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, situs ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi sejarah Singasari di Malang. Tempat ini sering dikunjungi oleh peziarah maupun wisatawan yang tertarik dengan cerita rakyat dan legenda lokal.
Peninggalan lain yang tak kalah penting adalah Candi Jago, yang berlokasi di Desa Tumpang, sekitar 22 km dari Kota Malang. Candi Jago dibangun sebagai penghormatan kepada Raja Wisnuwardhana, ayah dari Raja Kertanegara. Candi ini memiliki keunikan karena struktur bangunannya yang bertingkat-tingkat dan relief-relief yang menggambarkan kisah-kisah Pararaton dan Kunjarakarna, mencerminkan nilai-nilai Buddhis yang dianut oleh raja. Kondisi Candi Jago yang relatif lebih terawat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kemegahan arsitektur zaman Singasari.
Selain candi-candi, keberadaan Sumber Awan di Kecamatan Singosari juga memiliki kaitan dengan sejarah Singasari. Situs ini berupa kolam pemandian kuno yang diyakini sebagai tempat suci atau petirtaan pada masa kerajaan. Airnya yang jernih dan suasana yang tenang menjadikannya tempat yang populer untuk rekreasi sekaligus refleksi sejarah.
Untuk melengkapi pengalaman menyelami jejak Kerajaan Singasari, wisatawan juga bisa mengunjungi Museum Singhasari yang berlokasi tidak jauh dari Candi Singasari. Museum ini menyimpan berbagai artefak, arca, dan informasi sejarah yang lebih lengkap tentang Kerajaan Singasari dan raja-rajanya. Dengan mengunjungi situs-situs ini, kita tidak hanya melihat peninggalan fisik, tetapi juga merasakan aura sejarah dan kekayaan budaya yang pernah berjaya di tanah Malang pada masa lalu.