Meskipun Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) lebih dikenal karena peran legislatif dan diplomatiknya, lembaga ini juga memainkan peran integral dalam perjuangan bersenjata melawan agresi Belanda. KNIP bekerja di belakang layar untuk memastikan Laskar Rakyat dan badan-badan perjuangan lainnya menerima Dukungan Logistik dan moral yang krusial agar mereka dapat terus bertempur di garis depan.
Dukungan Logistik yang diberikan KNIP meliputi mobilisasi sumber daya dasar. Dalam kondisi perang yang serba terbatas, KNIP menggunakan pengaruh politiknya untuk mengorganisasi pasokan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan sandang bagi para pejuang. Pengaturan distribusi ini sangat vital untuk menjaga daya tahan Laskar Rakyat yang sering beroperasi di daerah terpencil tanpa suplai yang memadai.
KNIP, melalui Badan Pekerja (BP-KNIP), juga berupaya mengamankan Dukungan Logistik berupa senjata dan amunisi, meskipun ini adalah tugas yang paling sulit. Mereka berkoordinasi dengan unit-unit militer resmi yang baru dibentuk untuk memprioritaskan distribusi senjata hasil rampasan atau pengadaan terbatas kepada unit-unit Laskar yang paling membutuhkan di medan pertempuran.
Selain hard logistics, KNIP memberikan Dukungan Logistik berupa legitimasi dan payung hukum. Dengan mengeluarkan regulasi dan maklumat, KNIP memastikan bahwa semua tindakan perjuangan bersenjata dianggap sah di bawah otoritas Republik. Legitimasi ini memperkuat moral pejuang dan membantu membedakan mereka dari kelompok kriminal yang beroperasi di masa kacau.
Dukungan Logistik dan moral saling terkait erat. Kehadiran KNIP sebagai simbol pemerintahan yang berfungsi memberikan keyakinan kepada Laskar Rakyat bahwa perjuangan mereka didukung penuh oleh negara yang mereka bela. Pesan-pesan moral dari para pemimpin KNIP disebarkan untuk memelihara semangat nasionalisme dan pantang menyerah.
Fungsi KNIP dalam Dukungan Logistik juga meluas pada koordinasi pertahanan sipil. Mereka mengatur pengungsian penduduk, menyediakan bantuan untuk korban perang, dan mengorganisir dapur umum. Upaya ini mengurangi beban Laskar Rakyat, memungkinkan mereka fokus sepenuhnya pada pertempuran tanpa perlu mengkhawatirkan keselamatan keluarga atau komunitas mereka.
Di daerah yang dikuasai Belanda, KNIP secara rahasia membantu jaringan penyedia Dukungan Logistik dan informasi. Jaringan bawah tanah ini menjadi saluran penting untuk mengirimkan suplai ke kantong-kantong pertahanan yang terkepung, menunjukkan dedikasi total Komite terhadap perjuangan bersenjata meskipun mereka berada di kursi pemerintahan.