Jalan tol, yang seharusnya menjadi jalur cepat dan aman, terkadang menyimpan kecelakaan maut yang tak terduga. Sebuah insiden tragis baru-baru ini terjadi di ruas Tol Semarang, merenggut nyawa seorang sopir truk asal Malang. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya kewaspadaan ekstra dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin, 3 Juni 2024, sekitar pukul 14.30 WIB di Kilometer 425.200 ruas Jatingaleh – Manyaran, Kota Semarang. Sebuah truk berwarna kuning yang dikemudikan oleh M. Guntur Prasetyo (45 tahun), seorang sopir asal Malang, Jawa Timur, terlibat dalam kecelakaan maut dengan sebuah truk Fuso. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan truk kuning, mengindikasikan dampak tabrakan yang sangat hebat.
Menurut hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang, dugaan sementara penyebab kecelakaan maut ini adalah kurangnya perhatian pengemudi truk kuning dan kegagalannya menjaga jarak aman. Sopir truk Fuso, Agus Pratiknyo (50 tahun) asal Tulungagung, Jawa Timur, mengalami luka ringan dalam insiden ini dan segera mendapatkan penanganan medis. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.
M. Guntur Prasetyo, sopir truk asal Malang, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya. Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi Semarang untuk penanganan lebih lanjut. Insiden ini tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Proses evakuasi kendaraan yang ringsek juga sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di jalur tersebut.
Kecelakaan maut ini adalah pengingat keras bagi setiap pengguna jalan, khususnya para sopir kendaraan besar yang memiliki jam terbang tinggi. Pentingnya menjaga konsentrasi, tidak memaksakan diri jika lelah, dan selalu mematuhi batas kecepatan serta jarak aman adalah kunci untuk mencegah tragedi serupa. Pihak kepolisian terus mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.