Kampung Jodipan di Malang, Jawa Timur, telah bertransformasi dari permukiman kumuh tepi sungai menjadi destinasi wisata Instagramable yang menarik perhatian nasional. Keberhasilan transformasi ini tidak hanya terletak pada cat warna-warni yang menghiasi setiap rumah, tetapi juga pada semangat kolaborasi dan identitas lokal yang kuat. Jodipan dan Arema Culture adalah perpaduan unik antara inisiatif sosial dan budaya yang berhasil mengubah stigma negatif menjadi aset pariwisata. Inisiatif yang mengubah pemukiman yang tadinya terancam digusur ini menjadi Kampung Wisata Jodipan (KWJ) adalah contoh nyata bagaimana seni dapat memberdayakan masyarakat. Jodipan dan Arema Culture kini menjadi simbol kreativitas dan kebangkitan masyarakat akar rumput di Malang.
Proyek perubahan Kampung Jodipan menjadi kampung warna-warni dimulai pada tahun 2016 sebagai tugas mata kuliah praktikum oleh sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka didukung oleh sebuah perusahaan cat swasta, yang menyediakan ribuan liter cat untuk mewarnai ratusan rumah yang padat di sepanjang Sungai Brantas. Warna-warni yang cerah ini sengaja dipilih untuk meniru konsep serupa di Rio de Janeiro, Brazil, namun dengan sentuhan lokal yang kental.
Elemen unik yang membedakan Jodipan adalah integrasi Jodipan dan Arema Culture—identitas khas warga Malang. Di berbagai sudut kampung, pengunjung dapat menemukan mural raksasa yang tidak hanya bertema flora dan fauna, tetapi juga simbol-simbol Aremania (sebutan untuk suporter klub sepak bola Arema FC), seperti kepala singa, yang merupakan ikon kebanggaan kota. Pengelola kampung juga melibatkan seniman lokal untuk terus memperbarui mural dan instalasi seni, seperti payung gantung dan spot foto tiga dimensi, memastikan daya tarik visual kampung tetap segar.
Transformasi ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Sebelum menjadi kampung wisata, pendapatan warga sekitar Rp 0 dari sektor pariwisata; kini, setiap rumah tangga yang berpartisipasi mendapat bagian dari pendapatan tiket masuk dan penjualan suvenir. Pada akhir tahun 2024, Kampung Jodipan mencatat rata-rata kunjungan harian mencapai 1.500 wisatawan saat musim liburan. Keberhasilan ini kemudian diikuti oleh kampung lain di sekitarnya, seperti Kampung Biru Arema dan Kampung Tridi, yang semakin memperkuat Malang sebagai kota tujuan wisata berbasis kreativitas masyarakat.