Candi Singosari: Menguak Misteri Kerajaan Kuno Singhasari

Di tengah hiruk pikuk Kabupaten Malang, Jawa Timur, berdiri tegak sebuah monumen batu andesit yang menyimpan kisah kejayaan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara, yaitu Kerajaan Singhasari. Monumen tersebut adalah Candi Singosari, sebuah peninggalan bersejarah yang menjadi saksi bisu transisi kekuasaan dan puncak arsitektur Hindu-Buddha pada abad ke-13 Masehi. Meskipun tidak sepenuhnya utuh, Candi Singosari menawarkan wawasan mendalam mengenai budaya, keagamaan, dan politik kerajaan yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 Masehi ini.

Fungsi utama Candi Singosari adalah sebagai candi pendharmaan, yang didirikan untuk memuliakan Raja Kertanagara, penguasa terakhir dan raja terbesar dari Singhasari, setelah wafat pada tahun 1292 M. Berdasarkan interpretasi para ahli sejarah dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, candi ini merupakan perwujudan Kertanagara dalam manifestasi sebagai seorang Bodhisatwa. Candi ini unik karena memadukan unsur keagamaan Hindu dan Buddha (sinkretisme Siwa-Buddha), ciri khas yang umum ditemukan pada masa Kerajaan Singhasari dan Majapahit. Struktur candi ini memiliki empat tingkatan dan berorientasi ke barat, meskipun kini hanya tersisa bagian kaki dan sebagian badan candi.

Area di sekitar Candi Singosari sangat kaya akan artefak. Yang paling terkenal adalah sepasang arca Dwarpala (arca penjaga gerbang) raksasa yang berada beberapa ratus meter dari candi utama. Arca-arca ini memiliki detail yang mengagumkan, mencerminkan keterampilan seni pahat yang luar biasa pada masa itu. Selain itu, di dalam kompleks candi ditemukan arca Siwa, Ganesha, dan Agastya, yang kini sebagian besar telah dipindahkan ke museum untuk konservasi. Temuan ini menegaskan karakter candi sebagai tempat pemujaan yang kompleks.

Upaya pelestarian dan penelitian terhadap Candi Singosari terus dilakukan. Pada tahun 2024, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur memulai proyek konservasi struktural baru, yang difokuskan pada penguatan pondasi candi dan pemulihan beberapa relief yang rusak akibat faktor cuaca. Kegiatan ini diresmikan oleh kepala Balai Konservasi pada tanggal 10 Juli 2024. Proyek ini bertujuan untuk memastikan bahwa monumen ini dapat bertahan sebagai warisan tak ternilai. Mempelajari Candi Singosari tidak hanya menghadirkan kita pada kemegahan arsitektur kuno, tetapi juga menyingkap kisah Kerajaan Singhasari yang berakhir tragis akibat pemberontakan Jayakatwang, yang menjadi pembuka jalan bagi lahirnya Kerajaan Majapahit. Dengan demikian, candi ini adalah kapsul waktu yang menghubungkan kita langsung dengan masa keemasan peradaban Jawa kuno.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa