Candi Singasari: Jejak Kerajaan Agung Singhasari dan Misteri Arca Dwarapala Raksasa

Candi Singasari, yang terletak di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bukan sekadar tumpukan batu kuno, melainkan monumen monumental yang menjadi saksi bisu kejayaan salah satu dinasti terpenting di Nusantara: Kerajaan Singhasari. Keberadaan kompleks percandian ini merupakan Jejak Kerajaan yang didirikan oleh Ken Arok pada abad ke-13, sebuah dinasti yang kelak melahirkan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit. Jejak Kerajaan ini masih dapat dirasakan kuat, terutama melalui arsitektur candi yang unik. Melalui artikel ini, kita akan menelusuri Jejak Kerajaan Singhasari dan misteri di balik arca Dwarapala raksasa yang menjaga situs ini.

Candi Singasari diyakini merupakan kompleks Dharma (tempat suci) yang dibangun untuk menghormati dan memuliakan Raja Kertanegara, raja terakhir Singhasari. Candi ini diperkirakan didirikan pada masa akhir kejayaan kerajaan, sekitar tahun 1300 Masehi, tak lama setelah Raja Kertanegara wafat akibat serangan dari Jayakatwang, Raja Kediri, pada tahun 1292 Masehi. Arsitektur candi menampilkan gaya Jawa Timur Akhir, dengan bentuk yang cenderung ramping dan vertikal, menaungi bilik utama yang kemungkinan dahulu berisi arca Siwa. Meskipun saat ditemukan dalam kondisi belum selesai dibangun atau direnovasi secara parsial, struktur Candi Singasari telah mengalami pemugaran oleh pemerintah kolonial Belanda pada masa penjabat J.L.A. Brandes di tahun 1901.

Daya tarik utama Candi Singasari, selain candi induknya, adalah sepasang Arca Dwarapala Raksasa yang terletak sekitar 200 meter di sebelah barat daya candi. Arca penjaga pintu gerbang ini memiliki tinggi mencapai 3,7 meter, menjadikannya Dwarapala terbesar di Jawa. Wajah Dwarapala tersebut digambarkan sangar dengan mata melotot, taring, dan perhiasan tengkorak, melambangkan penjaga gerbang menuju kompleks istana atau kompleks suci. Misteri arca ini adalah fungsinya; letaknya yang jauh dari candi induk mengindikasikan bahwa kedua arca ini kemungkinan besar dulunya merupakan pintu gerbang utama menuju pusat pemerintahan atau kraton Kerajaan Singhasari yang kini telah hilang atau terpendam di bawah tanah.

Peninggalan ini memberi kita pemahaman mendalam tentang periode transisi dari Singhasari ke Majapahit. Candi Singasari menjadi simbol keagungan masa lalu, sementara Arca Dwarapala raksasa mengingatkan kita bahwa di tempat ini pernah berdiri sebuah Jejak Kerajaan besar yang mendominasi Nusantara.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa