Atlet Binaraga Malang: Kisah Miris, Santap Ayam Tiren Demi Latihan

Dunia olahraga seringkali menyimpan kisah-kisah di balik gemerlap prestasi. Salah satunya datang dari Atlet Binaraga Malang, Jawa Timur, yang baru-baru ini menjadi sorotan publik karena pengorbanan ekstrem demi memenuhi kebutuhan nutrisi. Mereka terpaksa mengonsumsi ayam tiren atau ayam yang sudah mati sebelum disembelih, karena keterbatasan anggaran untuk membeli daging ayam yang layak.

Kisah miris ini diungkap oleh salah satu Atlet Binaraga Malang, Salsa Hafidz Firmansyah (22), yang mengaku sudah sebulan mengonsumsi ayam tiren. Kondisi ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi oleh atlet dari cabang olahraga dengan kebutuhan gizi tinggi, namun minim dukungan finansial yang memadai.

Ketua Pengurus Cabang Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Kabupaten Malang, Indra Khusnul, membenarkan fakta ini. Ia menjelaskan bahwa para Atlet Binaraga Malang terpaksa melakukan hal tersebut karena dana yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan protein harian mereka. Padahal, nutrisi adalah kunci utama dalam pembentukan otot binaraga.

Meskipun menyadari bahaya kesehatan dan aspek keagamaan dari konsumsi ayam tiren, para atlet merasa tidak punya pilihan lain. Mereka bahkan harus menyortir ayam tiren yang “masih layak” untuk dikonsumsi, lalu memilah bagian dada, merebus, memanggang, hingga menghaluskannya. Sebuah perjuangan yang luar biasa demi mimpi berprestasi.

Ahli gizi dan nutrisi telah memperingatkan bahwa konsumsi ayam tiren sangat membahayakan tubuh. Ayam yang mati sebelum disembelih berpotensi terkontaminasi bakteri patogen seperti Salmonella dan E. coli, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan parah, infeksi berat, bahkan komplikasi serius seperti gagal ginjal. Apalagi, ayam tiren seringkali diberi formalin.

Kisah Atlet Binaraga Malang ini menjadi cerminan dari masalah sistemik dalam pembinaan atlet di Indonesia, khususnya di daerah. Kebutuhan gizi atlet binaraga yang sangat spesifik dan tinggi seringkali tidak diimbangi dengan alokasi anggaran yang memadai, memaksa mereka mencari solusi ekstrem yang berisiko.

Setelah kisah ini viral, berbagai pihak mulai memberikan perhatian. Dermawan dan masyarakat menyumbangkan ayam segar kepada para Atlet Binaraga Malang, setidaknya untuk sementara waktu mereka tidak lagi mengonsumsi ayam tiren. Ini menunjukkan kepedulian publik, namun solusi jangka panjang tetap diperlukan.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa