Warga Temukan Mayat Bocah di Sungai Kota Malang
Warga Kota Malang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bocah laki-laki di aliran sungai. Penemuan ini menimbulkan duka mendalam dan memicu pertanyaan di kalangan masyarakat. Pihak kepolisian segera bergerak setelah laporan diterima untuk mengidentifikasi korban dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian.
Insiden pilu ini bermula sekitar pukul 09.30 WIB, ketika Bapak Heri Santoso (45), seorang warga yang tengah beraktivitas rutin di sekitar bantaran Sungai Brantas, tepatnya di kawasan Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mendapati pemandangan yang mengejutkan. Sebuah tubuh kecil tampak tersangkut di antara bebatuan dan sampah sungai. Tanpa ragu, Bapak Heri segera menghubungi pihak berwajib untuk melaporkan penemuan yang menyayat hati itu.
Tak lama berselang, tim gabungan dari Polsek Kedungkandang dan Unit Identifikasi (Inafis) Polresta Malang Kota tiba di lokasi kejadian. Dengan sigap, petugas kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang cermat dan berhati-hati. Setelah proses dokumentasi dan pemeriksaan awal, jasad bocah malang tersebut berhasil dievakuasi dari sungai. Kompol Budi Santoso, selaku Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Malang Kota, dalam keterangannya pada Minggu sore, menyatakan bahwa mayat bocah tersebut diperkirakan berusia antara 5 hingga 7 tahun. “Saat evakuasi awal, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang mencolok pada tubuh korban. Namun, untuk memastikan penyebab pasti kematian, kami akan menunggu hasil autopsi,” jelas Kompol Budi.
Jasad bocah tanpa identitas itu kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar Malang. Di sana, proses identifikasi lebih lanjut melalui sidik jari dan data antemortem akan dilakukan, diikuti dengan prosedur autopsi untuk mengungkap penyebab dan waktu kematian. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa, untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi Polresta Malang Kota guna membantu proses identifikasi. Penemuan mayat ini tak pelak memicu simpati dan kekhawatiran yang mendalam di kalangan warga, terutama orang tua yang memiliki anak kecil.
Penyelidikan intensif akan terus digulirkan oleh pihak berwajib. Fokus utama saat ini adalah mengidentifikasi identitas korban dan menelusuri bagaimana bocah tersebut bisa berada di sungai. Apakah ini murni sebuah kecelakaan tragis, ataukah ada faktor lain yang melatarbelakangi insiden ini? Seluruh kemungkinan akan didalami secara komprehensif. Diharapkan, dengan kerja keras tim penyidik, kasus penemuan mayat bocah ini dapat segera terungkap, memberikan kejelasan bagi keluarga korban, dan memastikan keadilan ditegakkan.