Sopir Mengantuk Akibatkan Truk Tercebur di Sungai Malang

Kecelakaan lalu lintas akibat faktor kelelahan pengemudi kembali terjadi. Kali ini, sebuah truk tercebur ke sungai di wilayah Malang, Jawa Timur, setelah sopir diduga mengantuk saat berkendara. Insiden ini menjadi pengingat serius akan bahaya kelelahan di jalan raya dan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas, terutama bagi para pengemudi kendaraan besar.

Kejadian nahas ini dilaporkan terjadi pada Rabu, 14 Mei 2025, sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Raya Karangploso-Batu, Kabupaten Malang. Truk pengangkut pasir dengan nomor polisi N 9876 KL, yang dikemudikan oleh Bapak Suryo (48), melaju dari arah utara menuju selatan. Menurut keterangan saksi mata di lokasi, truk tersebut tiba-tiba oleng ke kiri sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan dan langsung truk tercebur ke sungai yang berada di samping jalan. Beruntung, kondisi sungai saat itu tidak terlalu dalam dan arusnya tidak deras, sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Sopir truk, Bapak Suryo, berhasil dievakuasi oleh warga setempat dan petugas kepolisian yang segera tiba di lokasi kejadian. Ia mengalami luka ringan dan sedikit syok. Saat dimintai keterangan oleh Unit Laka Lantas Polres Malang, Bapak Suryo mengakui bahwa ia sempat mengantuk berat sebelum kecelakaan terjadi. Ia mengaku telah menempuh perjalanan jauh dari Pasuruan dan tidak sempat beristirahat dengan cukup. Pengakuan ini memperkuat dugaan awal bahwa faktor kelelahan sopir menjadi pemicu utama truk tercebur ke sungai.

Proses evakuasi truk berlangsung cukup lama dan melibatkan tim dari Satuan Lalu Lintas Polres Malang dan warga sekitar. Sebuah alat berat didatangkan untuk menarik truk dari dalam sungai, yang memakan waktu beberapa jam dan menyebabkan sedikit kemacetan di area tersebut. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Malang, AKP Dimas Harianto, mengimbau kepada seluruh pengemudi, khususnya sopir angkutan barang, untuk selalu memastikan kondisi fisik prima sebelum berkendara. “Hindari memaksakan diri jika merasa lelah atau mengantuk. Lebih baik berhenti sejenak untuk beristirahat di rest area terdekat daripada membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain,” tegas AKP Dimas Harianto. Peristiwa truk tercebur ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya disiplin waktu istirahat bagi para pengemudi profesional.